total ping

Jumat, 03 September 2010

Maaf pak, saya butuh buru-buru...

Sudah beberapa kali ini saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan dari klien karena alasan di atas. Butuh cepat, buru-buru, sudah ditunggu hasil cetaknya dan sebagainya.

Sejak pertama kali klien menelpon saya dan mendeskripsikan kebutuhan fotografi mereka, secara otomatis langsung terbayang akan seperti apa komposisi fotonya, pencahayaan yang akan digunakan sekaligus dengan rencana olah digitalnya. Tapi ketika klien memberikan tengat waktu yang mepet untuk mengerjakannya, luntur sudah bingkai ideal yang tadi sudah terimajinasikan.

Untuk memulai sebuah pekerjaan atau assignment pastinya para klien itu sudah memperhitungkan jangka waktu penyelesaiannya. Begitu juga dengan bagian yang menyangkut kerja fotografi. Seharusnya mereka mengerti bahwa fotografi adalah kerja seni yang membutuhkan olah rasa akan keindahan. Dan pekerja fotonya butuh waktu untuk merenungkan serta mengaplikasikan keindahan tersebut.

Pekerjaan yang terburu-buru hanya akan merugikan kedua belah pihak. Pertama, bagi pihak klien; karena tidak mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal. Kedua, bagi pihak fotografer; karena tidak bisa memberikan hasil kerja yang maksimal dan citra yang kurang baik bagi portfolionya jika hasil foto tersebut kelak dipublikasikan.

Mudah-mudahan pemahaman kita akan kerja fotografi jadi bertambah dengan adanya pengalaman ini.


foto : Karib Munajat