|
|
total ping |
|---|
Tampilkan postingan dengan label Journalism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journalism. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Maret 2011
Tingkat Kebebasan Pers di Indonesia Makin Buruk
Ketua Yayasan Pantau Andreas HarsonoPada 24 Maret 2011 saya mengajar dua sesi soal "new media" di harian Fajar, Makassar. Ini dilanjutkan dengan sebuah wawancara tentang kebebasan pers di Indonesia. Wawancara dimuat satu halaman penuh pada edisi 28 Maret 2011. Ana Rusli dari Aliansi Jurnalis Independen mengambil gambar harian Fajar ini.RUNTUHNYA rezim Suharto membawa angin segar bagi kebebasan
Labels:
Journalism
Minggu, 20 Maret 2011
Surat untuk Gatra
Dear Heddy Lugito,Aku usul Gatra mengubah diri, perlahan-lahan, jadi majalah yang mengedepankan analisis –walau tetap berupa majalah berita. Ia bukan analisis tanpa liputan. Ia bukan opini murahan. Ia adalah analisis yang didasarkan pada liputan serta pemahaman terhadap background berita tersebut.Ada dua alasan. Pertama, Jakarta tak memiliki majalah yang menekankan pada analisis. London punya The
Labels:
Journalism
Senin, 14 Maret 2011
Alfred Mirulewan
Wartawan Alfred Mirulewan (1981-2010) bersama isteri dan anak mereka di taman Gong Perdamaian, Ambon. Mereka berasal dari Pulau Kisar. Mirulewan wartawan Pelangi Maluku. Dia ditemukan meninggal pada 17 Desember 2010 di pelabuhan Pantai Nama, Wonreli. Dia diduga dibunuh karena liputan soal kelangkaan bensin di Pulau Kisar. ©Linda SarakSELAMA tiga minggu terakhir ada dua wartawan Pulau Kisar,
Labels:
Journalism
Kamis, 10 Maret 2011
Obrolan Santai di Atma Jaya
Andreas Harsono dan Danarka Sasangka dalam diskusi antologi 'Agama' Saya Adalah Jurnalisme pada 9 Februari 2011 di kampus Universitas Atma Jaya Yogjakarta. ©Danu PrimantoRABU ini saya bicara soal bunga rampai 'Agama' Saya Adalah Jurnalisme di kampus Atma Jaya, Yogyakarta, dengan pembanding Danarka Sasangka, dosen Atma Jaya.Ada sekitar 80 orang hadir dalam ruang seminar. Mayoritas mahasiswa
Labels:
Journalism
Selasa, 08 Maret 2011
"Penculikan" dari B-21
Diskusi di ruang tamu B-21. ©Rifki ApeJUDULNYA "Ngobras Bareng Andreas Harsono." Tempatnya, perumahan dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Nomor B-21. Ini adalah markas aktivis pers mahasiswa Balairung, salah satu organisasi mahasiswa paling menonjol di Pulau Jawa. Kata kerja mereka: menculik. Sebenarnya, aktivis-aktivis Balairung ini mengajak saya diskusi soal jurnalisme di ruang tamu B-21
Labels:
Journalism
Minggu, 20 Februari 2011
Gurauan di Kampus Universitas Jambi
Depan kantin mahasiswa Universitas Jambi (dari kiri ke kanan) Adhe L. Abaci, Andien Purity, Rahmad Hamidi Harahap, Andreas Harsono, Rida Efriani dan Bella Moulina. Perhatikan gaya Rida dan Bella ... anak-anak manis! ©Bella MoulinaSALAH SATU kesenangan dalam mengajar adalah bertemu lagi dengan peserta pelatihan tempo doeloe. Minggu lalu, ketika hendak mengajar di Universitas Jambi, saya bertemu
Labels:
Journalism
Jumat, 18 Februari 2011
Pelatihan Jurnalisme untuk Media Baru
Bermain basket di Sei Tapa bersama peserta pelatihan menulis dari majalah mahasiswa Trotoar, Universitas Jambi. ©Lili M. RambeSEJAK tahun 1999, saya cukup sering diminta melatih mahasiswa, wartawan atau aktivis menggunakan media. Baik belajar menulis, belajar membuat blog, memotret atau mengambil video. Ini semacam album kenangan. Saya ingin berbagi pengalaman dalam bikin silabus maupun merekam
Labels:
Journalism
Main Basket di Sei Tapa
BERMAIN basket bersama peserta workshop menulis di Sei Tapa. Saya mengajar jurnalisme bersama rekan Fahri Salam dari Yayasan Pantau. Workshop ini diadakan oleh majalah mahasiswa Trotoar dari Universitas Jambi. Workshop diadakan seminggu. Sesekali kami olah raga, entah jogging pagi hari atau main basket sore hari. Lili M. Rambe, salah seorang peserta workshop dan aktivis perlindungan orang utan,
Labels:
Journalism
Rabu, 16 Februari 2011
Wawancara soal Ahmadiyah
"(Mereka) tidak pernah diadili, atau pun dikecam. Pemerintah tutup mata, tidak mau tahu siapa pelakunya," Andreas Harsono di televisi NOS Belanda. ©Aboeprijadi SantosoSEJAK Senin minggu lalu saya agak kewalahan dengan permintaan bertemu media. Semua bertanya soal video kekerasan terhadap kaum Ahmadiyah di desa Umbulan, Cikeusik, pada hari Minggu, 6 Februari 2011. Human Rights Watch ikut
Labels:
Journalism
Selasa, 08 Februari 2011
Peluncuran Antologi di Pekanbaru
Pemimpin umum harian Riau Pos Sutrianto menandatangani kulit muka 'Agama' Saya Adalah Jurnalisme di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, 6 Februari 2011. ©IndrianiPERS mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau meluncurkan antologi 'Agama Saya Adalah Jurnalisme' di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, hari Minggu. Ada wartawan, ada mahasiswa, ada seniman dan ada dosen pada acara peluncuran maupun "
Labels:
Journalism
Sabtu, 05 Februari 2011
Ngupi di Kimteng
SEHARI sebelum peluncuran buku di perpustakaan Soeman HS, kami ngupi di kedai Kimteng, lantai dasar perpustakaan. Kami mengobrol bersama beberapa aktivis pers mahasiswa, termasuk Nely Merina dari Lampung, Heri Faisal dari Padang, Zoel Masry dari Banda Aceh, Lovina dari Bahana Mahasiswa, Pekanbaru, Novita Sari Simamora dari Medan maupun Chik Rini, seorang environmentalist Banda Aceh, yang menulis
Labels:
Journalism
Jumat, 04 Februari 2011
Karikatur dari Sei Rokan
Chik Rini dari Banda Aceh dan saya menerima karikatur buatan Melba Ferry Fadly dari pers mahasiswa Gagasan dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Rini tersenyum kecut ketika lihat karikatur dia. Menurutnya, dia digambar macam nenek-nenek. "Mas Andreas untung," kata Rini. Umur saya jadi macam remaja 19 tahun.Kami berdua, plus photographer Rini PWI, mengajar selama seminggu di Sei
Labels:
Journalism
Senin, 12 Januari 2009
Jurnalisme dan Media
"Journalism is the closest thing I have to a religion because I believe deeply in the role and responsibility the journalists have to the people of a self-governing community"-- Bill Kovach• • •Sejak kuliah, saya suka meliput media dan jurnalisme. Pada 1993, saya mulai bekerja sebagai wartawan penuh waktu. Sempat juga ikut sebuah gerakan wartawan melawan rezim Soeharto antara 1994 dan 1998.
Labels:
Journalism
Selasa, 08 Januari 2008
Mimbar Universitas Tanjungpura
Kami berpose di depan kantor Mimbar Universitas Tanjungpura. Berdiri dari kiri ke kanan: Heriyanto, Andreas Harsono, Henny Kristina, Eka Setiawati, Iskandar, Siti Aminah, Teti Kusendang, Deddy Armayadi, Sapariah Saturi, Fitri Rayuni. Duduk: Agustina, Heri Usman, Aini Sulastri, dan Nina Soraya.Senin ini aku pergi mengunjungi ruang redaksi Mimbar Universitas Tanjungpura, biasa disingkat Miun,
Labels:
Journalism
Minggu, 14 Oktober 2007
Polemik Sejarah Pers Indonesia
Kapan hari jadi pers Indonesia? Sebagian orang mempertanyakan kriteria "pers Indonesia," atau kalau pun mau aman, lebih tepat disebut "pers di Indonesia." Ini bisa dimulai oleh surat kabar Bataviasche Nouvelles, yang terbit 1744-1746, di kota Batavia, Pulau Jawa. Kemungkinan besar Bataviasche Nouvelles adalah suratkabar pertama yang terbit di Pulau Jawa zaman Hindia Belanda. Pulau Jawa hari ini
Labels:
Journalism,
Nasionalisme
Jumat, 12 Oktober 2007
Pers, Sejarah dan Rasialisme
Oleh Andreas HarsonoKALAU Anda memperhatikan harian Jurnal Nasional di Jakarta, Anda takkan sulit melihat sebuah logo “Seabad Pers Nasional” di halaman depan. Di dalamnya, Anda akan menemukan logo serupa dan sebuah kolom. Ia setiap hari menyajikan satu sosok organisasi media. Proyek ini diasuh oleh Taufik Rahzen, seorang penasehat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, redaktur senior Jurnal Nasional
Labels:
Journalism,
Nasionalisme
Sabtu, 06 Oktober 2007
Hari (Jadi) Pers Nasional: Meremehkan Peran Surat Kabar Lain
OLEH SURYADITulisan Nasrul Azwar di kolom Padang Ekspres ("Sejarah Pers Sumbar Dialih Orang Lalu" 17-12-2007) menarik perhatian kita karena beberapa kritik yang dilontarkannya, yang selama ini tidak pernah mendapat perhatian kalangan peneliti dan masyarakat pada umumnya. Nasrul menanggapi pernyataan Taufik Rahzen di harian Jurnal Nasional bahwa tahun 2007 adalah peringatan seabad usia pers
Labels:
Journalism,
Nasionalisme
Minggu, 30 September 2007
Kursus Jurnalisme Sastrawi XIV
Hari ini hampir tak ada warga yang mendapatkan breaking news dari suratkabar. Mereka mendapatkannya dari televisi, radio, SMS, telepon atau internet. Tantangan baru muncul: bagaimana suratkabar bertahan bila mereka tak bisa mengandalkan kecepatan?Tawaran ini di New York dan sekitarnya dimunculkan Tom Wolfe pada 1973. Wolfe mengenalkan sebuah genre baru saat itu: New Journalism. Ia mengawinkan
Labels:
Journalism
Minggu, 16 September 2007
Sejarah Pers Sumbar Dialih Orang Lalu
OLEH NASRUL AZWARHARIAN Jurnal Nasional yang terbit di Jakarta, semenjak tanggal 1 Januari dan rencananya hingga 31 Desember 2007 setiap hari menerbitkan semacam kilas balik perjalanan sejarah pers nasional. Tulisan tentang pers itu hadir berkaitan dengan peringatan seabad pers nasional yang jatuh pada tahun 2007 ini. Dalam pengantar yang ditulis Taufik Rahzen disebutkan, tarikh ini dihitung
Labels:
Journalism
Kamis, 28 Juni 2007
Belajar dari Ryszard Kapuscinski
Siti NurrofiqohCatatan Sesi Kesepuluh, 26 Juni 2007Ryszard Kapuscinski, dikenal dengan liputannya dari Afrika dan Amerika Latin pada tahun 1960-an, ketika dia menjadi satu-satunya koresponden Kantor Berita Polandia untuk "seluruh dunia." Kapuscinski, lahir di Pinsk, kini Belarusia dulu wilayah Polandia, pada 1932. Dia seorang wartawan yang tak hanya melahirkan karya jurnalistik. Ia juga penulis
Labels:
Journalism,
Malay
Langganan:
Postingan (Atom)