total ping

Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2007

Bagimana Batulis Yang Biking Bae?

Workshop PantauTernate, Senin 4 Juni 2007 – Kamis 7 Juni 2007Ini workshop dibiking untuk orang, termasuk wartawan, yang ingin belajar menulis feature atau esai dengan memikat dan mendalam. Kami merancangnya khusus untuk mereka yang ingin tahu bagimana batulis yang biking bae. Kursus ini diadakan 12 sesi dengan frekuensi harian (pukul 9.00-16.00). Peserta akan membaca lebih dulu, mengerjakan

Rabu, 23 Mei 2007

Menjawab Sapariah Saturi-Harsono

Untuk Sapariah,Aku kira keputusan kamu untuk tak menurunkan profil usaha Puspo Wardoyo di halaman Jurnal Nasional punya dasar yang benar. Keputusan ini tak bisa dikategorikan self-censorship mengingat naskahnya tidak sempurna. Artinya, naskah itu sengaja tak mengungkap sisi buruk praktek poligami Puspo Wardoyo. Keputusan reporternya untuk "hanya mengambil sisi positif dari sukses berbisnisnya"

Senin, 14 Mei 2007

Agama Saya Adalah Jurnalisme

Saya lihat semua negara yang mencampur urusan negara dengan agama tak ada yang beres. Misalnya Afghanistan, Pakistan, Arab Saudi, Iran, dan lainnya. Di dunia ini tak ada negara yang agamanya seragam. Selalu ada banyak agama minoritas. Isunya adalah bagaimana memperlakukan mereka kalau salah satu agama dijadikan dasar bernegara? Saat itu juga akan ada agama lain yang menjadi kelas dua.Saya percaya

Jumat, 11 Mei 2007

Sebuah Kesenangan Kecil


Pagi ini harian Jawa Pos di Surabaya menerbitkan wawancara aku soal pemisahan agama dan negara. Aku sendiri belum tahu bentuknya bagaimana. Wawancara dilakukan oleh Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal dan belakangan ketikannya dimuat Jawa Pos.

Wawancara dilakukan Kamis lalu di studio radio 68-H di Utan Kayu, Jakarta. Siaran langsungnya satu jam, disiarkan beberapa radio. Ada telepon

Peserta Narasi Angkatan II

Kami mulai kelas Narasi angkatan kedua di Pantau minggu ini. Aku cukup terpesona dengan keragaman para pesertanya serta kuatnya latar belakang pendidikan mereka. Ada dua orang master dari studi lanjut di Belanda serta satu master dari Perancis. Masih ada juga beberapa master lulusan Universitas Indonesia di Jakarta. Ada yang bekerja sebagai wartawan. Namun ada juga yang kerja sebagai fotografer,

Senin, 07 Mei 2007

Menjawab Rizqi Amelia

Saya jawab secara singkat saja ya. Ini permintaan kedua dari mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah minggu ini. Saya duga Anda sekelas dengan Shulman Rumaru yang juga mengirim pertanyaan kepada saya.Apa perbedaan dan persamaan antara wartawan televisi dan wartawan media cetak?Bedanya tentu pada unsur gambar. Wartawan cetak tak perlu memikirkan aspek gambar dari liputannya. Wartawan cetak juga tak

Menjawab Shulhan Rumaru

Saya jawab pertanyaan ujian tengah semester Anda ya. Saya jawab singkat saja. Rekan sekelas Anda dari matakuliah Bahasa Indonesia UIN Syarih Hidayatullah, Rizki Amelia, juga mengirim pertanyaan kepada saya. Saya akan jawab satu per satu sebisanya:Bagaimana menurut Anda kinerja wartawan di Indonesia?Pertanyaan balik saya, Indonesia yang mana? Kalau wartawan di Papua, aduh minta maaf, saya kok

Rabu, 02 Mei 2007

Kursus Penulisan Sejarah

Bonnie Triyana, seorang wartawan harian Jurnal Nasional yang kini lagi mempersiapkan diri (kursus bahasa) untuk studi lanjut di Universitas Leiden, menghubungi saya dan mengusulkan agar Pantau bikin kursus penulisan sejarah. Bahasa teknisnya, ini pendidikan historiografi (penggambaran sejarah).Isinya semacam metode serta bagaimana mencari sumber-sumber kalau seseorang hendak menulis masa lalu.

Senin, 30 April 2007

Silabus Narasi Angkatan Kedua

Kursus “Narasi” angkatan kedua ini (1 Mei-28 Agustus 2007) dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang dengan memikat dan mendalam. Ini dirancang mereka yang berminat menulis esai atau buku nonfiksi. Kursus diadakan selama 18 sesi dengan frekuensi mingguan, petang hari (pukul 19.00-21.00), kecuali pada sesi Daoed Joesoef. Cara mingguan ini sengaja dibuat agar peserta punya waktu

Selasa, 24 April 2007

Wenny Pahlemy soal menulis resensi buku

Dear Wenny,Secara umum, menulis resensi punya dua bagian. Pertama, ia menceritakan isi dari buku yang dibahasnya itu. Ini penting karena tidak semua orang membaca buku yang dibahas. Bahkan cukup banyak orang mengandalkan resensi karena memang tak mau atau tak bisa membaca buku aslinya.Saya pernah tinggal di Boston dan New York. Kalau Anda tinggal disana dan berlangganan harian setempat, misalnya

Kamis, 19 April 2007

Menjawab Marshel Joan Indriany

Terima kasih untuk email Anda. Kami senang sekali mendapati seorang pembaca muda umur 21 tahun macam Anda. Novelis Pramoedya Ananta Toer selalu bilang bahwa masa depan Indonesia ada pada anak-anak muda. Dalam salah satu karyanya, Pramoedya menulis, "Semua percuma kalau toh harus diperintah Angkatan Tua yang bodoh dan korup demi mempertahankan kekuasaan. Percuma, Tuan. Sepandai-pandai ahli yang

Jumat, 01 Desember 2006

Mahasiswa Makan Pizza

Jumat ini, ada kejadian agak di luar kebiasaan. Sekitar 20an mahasiswa IAIN Ar Raniry, berkumpul di Pantau Aceh, makan Papa Ron's pizza: peperoni, black pepper, thai garlic. Tujuannya, mereka hendak melihat cara riset via internet. Ada Dave Bloss, Jody McPhillips, Sophie, Samiaji Bintang dan lainnya. Nama-nama belakangan ini adalah dosen tamu jurnalisme di IAIN Ar Raniry. Kami bergantian mengasuh

Selasa, 28 November 2006

Kursus Narasi Angkatan I

Yayasan Pantau membuka kursus baru bernama “Narasi.” Ia dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang. Namun bukan sekadar panjang. Ia juga memikat sekaligus mendalam. Kursus ini cocok untuk orang yang berminat menulis esai atau buku. Pendekatannya pada materi nonfiksi. Kursus diadakan selama 16 sesi dengan frekuensi mingguan, petang hari (pukul 19.00-21.00). Mingguan ini dirancang

Senin, 16 Oktober 2006

Peace and Conflict Reporting Workshop

Ini sekedar informasi awal untuk sesama wartawan yang concern dengan jurnalisme berbahasa Melayu. LP3ES Jakarta, Universitas Sains Malaysia dan Yayasan Pantau akan bikin sebuah workshop untuk wartawan pada awal Desember ini tentang bagaimana meliput konflik dan perdamaian.Tujuannya, membuat sebuah forum dimana isu-isu hangat soal konflik di berbagai tempat di Indonesia bisa didiskusikan bersama.

Rabu, 11 Oktober 2006

Buset, Saya dan Workshop di Balikpapan

Oleh SAHRUDIN"Buset, tapi bukan buaya darat," kata Budi Setiyono, ketika memperkenalkan diri di hadapan 16 peserta Mining Workshop di Balikpapan, 26 September lalu. "Buset" adalah nama panggilan Budi Setiyono. Dia menyandingkannya dengan lirik lagu milik duet Ratu: Buaya Darat. Sebelumnya, saya membaca nama itu berikut beberapa tulisannya di "mendiang" majalah Pantau dan di situs Pantau. Jadi,

Minggu, 01 Oktober 2006

Mahasiswa IAIN Ar Raniry

SIANG INI aku terkejut ketika mengetahui hanya dua dari 34 mahasiswa di kelasku yang mengerjakan pekerjaan rumah. Mereka adalah Rika Mufazallati dan Mahyaruddin EMK. Mereka bikin PR soal menulis dalam format piramida terbalik. Sisanya, bilang tidak tahu kalau ada PR (Jumat lalu tak masuk) atau bilang mengerjakan PR satunya soal riset internet. Kebanyakan bilang tak ada event yang bisa diliput dan

Selasa, 26 September 2006

Mining Workshop in Manokwari

I just had one of the most spirited journalist workshops that I have ever helped organize. It took place for four days since Sunday in Manokwari, a town in the Bird Head area in Papua. Columbia University's Initiative for Policy Dialogue helped sponsor this program in Manokwari and Balikpapan. Pantau also works with the Institute of Research, Analysis and Development for Legal Aid (LP3BH) in

Kamis, 20 Juli 2006

Kursus Menulis Bahasa Inggris

Beberapa bulan belakangan ini, saya menerima beberapa email atau posting via blog saya, tentang keinginan para pengirim surat tersebut agar Yayasan Pantau bikin kursus menulis esai atau feature dalam Bahasa Inggris.Budi Putra misalnya, redaktur teknologi Koran Tempo, minta menaruh sebuah esai saya soal bagaimana menulis dalam bahasa Inggris ke situs blog miliknya www.jurnalisme.wordpress.com.

Minggu, 16 Juli 2006

Menulis Kayak Boker

Seorang kenalan, Parama Dewi dari Denpasar, mengirim email maupun kasih komentar di di blog. Ini komentar soal produktifitas aku menulis. Dewi bilang produktifitas aku kalau nulis udah kayak boker! He he he .... Ini mengingatkan aku pada komentar Idrus terhadap Pramoedya Ananta Toer. Idrus seorang novelis yang dikenal dengan novel Surabaya dan kumpulan tulisan, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke

Selasa, 20 Juni 2006

Workshop Universitas Indonesia

Program Pascasarjana Komunikasi, Salemba, Senin-Jumat, 3-7 Juli 2006Jumlah peserta dibatasi 15 orang agar waktu diskusi dan pekerjaan rumah memadai. Peserta mahasiswa pascasarjana komunikasi Universitas Indonesia.HARI PERTAMA 10:00-12:00 dan 13:00-15:00Pembukaan: perkenalan, pembicaraan silabus dan diskusi soal jurnalisme dasar, isu tentang “objektifitas” wartawan dengan membahas “Sembilan Elemen