|
|
total ping |
|---|
Tampilkan postingan dengan label Custody. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Custody. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 April 2008
Retno dan Rukmi Menemui Norman
NORMAN tiba-tiba menelepon aku di kantor Yayasan Pantau. Suaranya terdengar panik. Ada suara sayup-sayup suara di background. Pesannya tidak jelas. "Pa, I will kill you!" ujarnya. Aku bingung. Aku tanya ada apa? "Don't you know?" teriak Norman. Makin bingung. Lantas aku tanya, dengan menduga-duga, ada kaitan dengan ibu kandungnya, Retno Wardani. "Is Mama visiting you?" tanyaku. Norman menjawab ya
Labels:
Custody
Minggu, 06 April 2008
Kronologi Pengasuhan Norman Harsono
Sejak Agustus 2007, anak saya, Norman Harsono, dipindahkan oleh ibu kandungnya, dari rumah gono gini kami di Pondok Indah, ke rumah neneknya di Bintaro. Tindakan ini membuat jarak Norman pergi-pulang sekolah di Kemayoran, jadi lebih dari 120 km setiap hari. Norman kehilangan banyak waktu untuk istirahat, belajar dan bermain. Sang ibu, Retno Wardani, kesulitan uang. Retno tak bekerja tetap sejak
Rabu, 02 April 2008
Norman Menegaskan soal Tempat Tinggal
SIANG kemarin, Norman mengirim SMS pendek, "Call hp." Aku baru selesai bertemu dengan Eri Sutrisno, mantan pemasaran majalah Pantau, yang hendak pergi ke Washington DC dan New York. Aku pun segera menelepon handphone Norman di sekolah.Norman langsung bilang ibunya, Retno Wardani, tadi menemuinya saat pelajaran bahasa Prancis. Guru mengizinkan Norman bertemu Retno.Menurut Norman, Retno hanya ingin
Labels:
Custody
Senin, 24 Maret 2008
Norman Menemui Hakim Silalahi
PAGI INI Norman menemui hakim Artha Theresia Silalahi di ruang kerjanya di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Heppy Sebayang, kuasa hukum aku, serta aku menemani Norman. Hakim Silalahi minta Sebayang maupun aku tidak bicara. Dalam bahasa Inggris campur Melayu, Norman menyampaikan keinginannya tinggal di Senayan, bersama aku. Dia bilang jarak sekolah ke Senayan masuk akal buat ditempuhnya. Namun
Labels:
Custody
Norman Memutuskan Tinggal di Senayan
SIANG INI aku lagi makan siang dengan pengusaha Christianto Wibisono, serta putrinya Astrid, ketika Norman tiba-tiba menelepon. Dia teriak, "Pa where are you?" Norman minta aku segera menjemputnya, "Now now now!" Nadanya panik.Aku minta pengertian Wibisono. Kebetulan kami makan siang di NAM Center, dekat Gandhi Memorial International School. Hanya 10 menit, aku masuk ke halaman parkir sekolah
Labels:
Custody
Jumat, 21 Maret 2008
Nonton Horton Hears a Who!
NORMAN pergi ikut misa paskah di gereja Kristus Salvator, Slipi, sore ini. Norman memenuhi janji kepada ibunya bahwa dia akan pergi ke gereja. Aku mengantar Norman. Gereja padat sekali. Kami sengaja naik Mikrolet. Gereja ini halaman parkir sangat sempit. Petangnya, kami pergi nonton film Horton Hears a Who! di Cilandak Town Square. Norman sangat ingin lihat film ini. The New York Times memuji
Labels:
Custody
Selasa, 18 Maret 2008
Mediasi Tak Menemui Sepakat
Pagi ini, mediasi memasuki pertemuan terakhir. Kedua belah pihak datang ke kantor Hakim Suharto. Dia bertanya apa ada “tawaran menarik” yang bisa diterima Pemohon? Desmayani Setianingsih, pengacara Retno Wardani, menyerahkan proposal tiga halaman. Suharto membaca dan menyimpulkan proposal itu intinya kembali kepada keputusan 2003 dimana Norman tinggal lima hari dengan Retno, dua hari dengan aku,
Labels:
Custody
Minggu, 16 Maret 2008
Sidang Mediasi Ditunda, Retno Bredel Rahasia
Jakarta-Semarang-Salatiga, Senin 10 Maret 2008Sri Maryani, pengasuh Norman, mulai bekerja di apartemen kami di Senayan. Yani keluar dari tempat Retno Wardani seminggu lalu. Dia tak tahan lagi menghadapi Retno. Ketika tahu Yani keluar, Norman langsung minta aku agar mempekerjakan Yani di apartemen. Yani bersedia kerja di apartemen. Dia memilih tidur di rumah kakaknya, di dekat Mal Pondok Indah.
Senin, 10 Maret 2008
Proposal Mediasi Soal Norman Harsono
Jakarta, 11 Maret 2008Kepada Yth.Hakim MediasiDalam Perkara PerdataNo.382/Pdt/P/2007/PN.Jak.SelDi Pengadilan Negeri Jakarta SelatanJalan Ampera Raya No. 133Jakarta SelatanPerihal: Tanggapan PemohonDengan hormat,Merujuk kepada mediasi pada tanggal 05 Maret 2008, maka bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut:1. Bahwa Pemohon, mohon kepada Hakim Mediasi untuk memberikan hak pengasuhan
Rabu, 05 Maret 2008
Seragam Lusuh dan Daki Hitam
Rabu pagi ini, ketika menjemput Norman untuk sekolah di pertigaan Pondok Indah, aku melihat pakaian seragamnya lusuh. Krahnya memperlihatkan bercak-bercak daki hitam. Dia bilang bajunya memang kotor. Baju bersih belum dicuci. Dia terpaksa mengambil baju kotor dari tempat menumpuk cucian.Aku bilang dia tak baik pergi sekolah dengan baju lusuh dan kotor. Kami mampir dulu ke apartemen buat mengganti
Selasa, 04 Maret 2008
Nisa, Pancake dan Es Pohon Aren
Nisa Rachmatika, seorang mahasiswi komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, datang ke apartemenku Jumat lalu. Tujuannya, dia dan Diemas Kresna Duta, sesama mahasiswa Padjadjaran, minta agar aku bicara dalam suatu acara mereka di Bandung. Goenawan Mohamad juga setuju datang ke Bandung. Sayang sekali, minggu depan aku sudah janji datang ke Semarang dan Salatiga. Namun Nisa mengirim SMS dan
Retno Akhirnya Muncul di Pengadilan
Selasa pagi ini, sesudah menunda selama enam bulan, Retno Wardani akhirnya datang juga untuk menyelesaikan masalah pengasuhan anak kami, Norman Harsono, di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Retno didampingi kuasa hukum Desmayani Setianingsih dari kantor advokat Kailimang & Ponto. Aku didampingi pengacara Fredy Simanungkalit serta isteriku, Sapariah. Kami melakukan perundingan dengan moderator
Kamis, 28 Februari 2008
Yani Keluar, Norman Panik
Sri Maryani, seorang gadis tani asal Tawangmangu, mulai menemani Norman sejak Desember 2002. Hubungan mereka dekat sekali. Yani ibarat kakaknya Norman. Dia sangat melindungi "Dek Norman" terutama menjelang dan sesudah perceraian orang tua Norman. (Aku ambil gambar ini menjelang perceraian Desember 2003)Siang ini, sesudah mengantar Norman ke dokter gigi, aku mendadak dapat SMS dari Sri Maryani,
Rabu, 27 Februari 2008
Sidang Ketiga, Retno Kirim Lawyer
Sesudah empat kali tak hadir dalam acara mediasi, serta dua kali tak datang ke sidang pengadilan, kemarin pagi Retno Wardani mengirim seorang pengacara guna mewakilinya dalam sidang permohonan pengasuhan anak kami, Norman Harsono, di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Desmayani Setianingsih dari kantor advokat Kailimang & Ponto, datang membawa surat kuasa dari Retno.Sapariah dan aku beserta
Selasa, 05 Februari 2008
Sidang Kedua, Retno Tak Datang Lagi
Pagi ini Sapariah dan aku datang lagi ke pengadilan negeri Jakarta Selatan guna mengikuti sidang permohonan hak asuh Norman. Heppy Sebayang, pengacara kami, datang lebih pagi. Dia menunggu di bangku tunggu dekat tiga ruang sidang di bagian belakang gedung. Kami menunggu hingga pukul 10:00 ketika seorang panitera, Dimyati, memberitahu kami bahwa Retno Wardani, ibu kandung Norman, sekali lagi tidak
Rabu, 23 Januari 2008
Sidang Pengadilan Hak Asuh Norman
Sidang pengadilan soal pengasuhan Norman seharusnya dimulai hari ini di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Namun ibu kandung Norman, Retno Wardani, mengirim surat minta pembukaan sidang ditunda satu bulan.Menurut panitera Dimyati, petugas pengadilan mengantar surat panggilan kepada Retno Jumat di rumah ibunya, M.Th. Koesmiharti, di Jl. Camar Bintaro. Retno konon menangis sambil berteriak, "Mana
Labels:
Custody
Selasa, 22 Januari 2008
Menunggu di Airport Bangkok
Aku tiba di airport baru Bangkok, Suvarnabhumi, sekitar tiga jam sebelum waktu boarding Air Asia. Lama juga menunggu. Untung ada banyak buku bacaan dalam tas. Di airport juga ada sambungan wi-fi gratis. Aku tinggal buka laptop dan internet sambung. Tanpa password, tanpa bayar. Ini airport kedua, sesudah Changi Airport di Singapura, yang aku ketahui menyediakan sambungan internet gratis. Aku belum
Labels:
Custody
Minggu, 20 Januari 2008
Harry Potter di Bangkok
Akhirnya aku bisa mendapatkan serial Harry Potter edisi Amerika Serikat di toko buku Kinokuniya di Emporium Shopping Center, Sukhumvit Road, Bangkok. Bersama Eva Danayanti, aku membeli Harry Potter and the Goblet of Fire serta Harry Potter and the Deathly Hallows.Ini adalah permintaan anakku, Norman. Sejak Lebaran lalu, Norman mulai membaca serial Harry Potter. Mulanya, Harry Potter and the
Labels:
Custody
Jumat, 11 Januari 2008
Norman Got Tattos
Norman mengirim pesan, "I got 3 tattoes a dragon, a clover, n a spikey sort of 'Y.'" Ini didapatkannya dari membeli permen karet. Kami belakangan memang senang menempelkan tatto ke lengan kami. Ia bisa berumur dua atau tiga hari. Dia tanya aku mau yang mana? Aku bilang tatto naga. Lantas Norman balik tanya, "Sapariah which one?"Sapariah, lewat pesan SMS, bilang terserah pilihan Norman. Dan Norman
Labels:
Custody
Sabtu, 05 Januari 2008
SMS dari Norman
Sejak Natal kemarin, Norman tinggal bersama keluarga mamanya di Bintaro, hingga dia masuk sekolah 14 Januari nanti. Pada masa liburan, waktu Norman memang dibagi separuh-separuh antara papa dan mamanya.Dia sudah tinggal tiga minggu bersama aku. Kini giliran tinggal di Bintaro selama tiga minggu. Norman setiap hari mengatakan dia rindu aku. Terkadang dia protes mengapa mamanya, Retno Wardani, tak
Labels:
Custody
Langganan:
Postingan (Atom)