total ping

Tampilkan postingan dengan label Macau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Macau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Januari 2011

MJ Gallery at Sofitel Hotel

Menurut saya Sofitel Hotel adalah hotel ter-'wah' di seluruh Macau. Memang tidak sebesar franchise hotel dari Las Vegas sih, tetapi dengan letaknya yang sedikit terpencil dengan nama yang belum dikenal banyak wisatawan maka Sofitel Hotel memiliki esklusifitas yang tidak dapat disamakan dengan hotel manapun. 

Free shuttle bus yang ditumpangi membawa kami melihat sisi lain kota Macau yang selalu tampil berkilauan. Rute yang diambil sama sekali berbeda dengan rute free shuttle bus dari berbagai kasino yang bergantian kami tumpangi. Bus menyusuri jalan kecil di luar pusat kota, melewati pelabuhan yang kotor dan deretan apartemen kumal dan 'mblusuk. Teman-teman mulai meragukan pilihan saya ketika melihat semua pemandangan yang dilewati, 'Are we in the right track?'. Well, saya tidak perlu mengeluarkan jawaban sedikitpun saat bus mulai memasuki parkiran Sofitel Hotel.

Semua ternganga melihat desain interior dan kemegahan Sofitel Hotel. Lagi-lagi, hotel ini memang tidak semegah dan sebesar hotel bintang lima lainnya tetapi Sofitel Hotel terlihat begitu mewah. Penataan desain interior yang teramat sangat mewah dan mendetail membuat saya tidak habis pikir dengan kegilaan ide perancangnya plus penyandang dananya. Karena berada di pinggir laut maka pemandangan utamanya adalah laut yang terlihat begitu dingin dan suram. Pemandangan lain di sisi sebaliknya adalah apartemen penduduk yang kusam dan 'mblusuk. Jomplang abis! 

Terdampar di pulau emas ;)

 Magnificent chandelier

Nyasar ke ruangan VIP dan dikawal petugas untuk cepet-cepet keluar dari ruangan tersebut.

Sebenarnya alasan utama saya datang ke Sofitel Hotel adalah untuk mengunjungi satu-satunya Michael Jackson Gallery di Asia (for freeee... Yay!). Pernah merasa begitu kagum saat melihat suatu hal yang baru hingga hati berdesir hebat, merinding, sampai-sampai ingin menangis karena over excited? Di Macau saya mengalami perasaan seperti itu sewaktu melihat Ruins of St. Pauls, ketika duduk-duduk di Monte Fortress dan melihat desain taman bergaya Eropa dengan Museu de Macau sebagai bangunan yang mendominasi tepat ditengahnya, dan yang terakhir saat masuk ke dalam kasino untuk pertama kalinya. Semuanya terkalahkan saat saya masuk ke dalam MJ Gallery. 

Seperti namanya, tempat ini memajang berbagai hal yang berkaitan dengan Michael Jackson. Saya sendiri bukan penggemar MJ jadi tidak tahu harus berekspektasi akan melihat apa di dalamnya. MJ Gallery cukup kecil, di dalamnya terdapat toko yang menjual berbagai pernak-pernik King Of Pop. Galerinya sendiri memuat foto MJ dari berbagai tahun yang dijejerkan dalam sebuah wall of fame, kostum yang dipakai untuk video clip Thriller, time tunnel yang memuat judul dan cover album MJ sejak tahun 1958 - 2009, dan siapa yang bisa melupakan sarung tangan plus kaus kaki bling-bling khas Michael Jackson? 







Diantara semua koleksi MJ Gallery, teks asli lagu 'We Are The World' yang mulai menguning membuat bulu kuduk saya tegak berdiri. Saya merinding melihat teks yang dilengkapi dengan notasi nada, pembagian lirik untuk setiap penyanyi plus tanda tangan dari beberapa penyanyi yang terlibat di dalamnya. Rasa merinding tambah memuncak saat saya mencoba mengingat-ingat nada We Are The World dan menyanyikannya berdasarkan teks tersebut.




We Are The World diciptakan oleh Lionel Richie dan Michael Jackson pada tahun 1985 dan ditujukan untuk mengumpulkan dana untuk menanggulangi kelaparan di Ethiopia. Single ini dinyanyikan oleh 45 musisi pop yang menyebut dirinya USA for Africa. We Are The World bahkan dibawakan sebagai lagu penutup dalam upacara kematian Michael Jackson di Staples Center, Los Angeles, 7 Juli 2009. 





Saya speechless saat melihat foto yang dipajang disebelah teks asli We Are The World dan mengingat sebuah tujuan mulia di balik lagu tersebut. Lagu mulia ini diciptakan dan dinyanyikan sebelum saya lahir tapi sampai kini tetap abadi dan dikenal berbagai generasi. Mengunjungi MJ Gallery membuat saya menyadari satu hal penting, Michael Jackson memang telah tiada tetapi dia telah mengukir namanya dalam sejarah permusikan dunia dan membuat semua orang mengingat seorang King Of Pop.

For the last, video clip We Are The World ini mungkin dapat mengingatkan kita kembali akan pesona dan kharisma Michael Jackson. Enjoy :)  

There comes a time
When we heed a certain call
When the world must come together as one
There are people dying
And it's time to lend a hand to life
The greatest gift of all

We can't go on
Pretending day by day
That someone, somewhere will soon make a change
We are all a part of
God's great big family
And the truth, you know love is all we need

[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let's start giving
There's a choice we're making
We're saving our own lives
It's true we'll make a better day
Just you and me

Send them your heart
So they'll know that someone cares
And their lives will be stronger and free
As God has shown us by turning stone to bread
So we all must lend a helping hand

[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let's start giving
There's a choice we're making
We're saving our own lives
It's true we'll make a better day
Just you and me

When you're down and out
There seems no hope at all
But if you just believe
There's no way we can fall
Well, well, well, well, let us realize
That a change will only come
When we stand together as one

[Chorus]
We are the world
We are the children
We are the ones who make a brighter day
So let's start giving
There's a choice we're making
We're saving our own lives
It's true we'll make a better day
Just you and me

Rabu, 19 Januari 2011

Macau Travel Budget

Secara geografis Macau diapit oleh China dan Hongkong. Tidak banyak pesawat yang menawarkan rute direct ke Macau, alternatif yang paling mudah diambil adalah menyebrang dari Hongkong menggunakan Turbo Jet Star (one way: Rp. 150.000) atau menggunakan bus dari China. Umumnya wisatan menggabungkan Hongkong dan Macau saat akan berkunjung ke salah satu dari negara tersebut. Bisa dimaklumi karena jarak keduanya cukup dekat (1 jam perjalanan) dan tidak dibutuhkan visa untuk masuk ke Macau atau Hongkong. Beda kasusnya jika seseorang ingin melanjutkan perjalanan ke China karena negara ini mensyaratkan visa kunjungan. Dari hasil browsing dan tanya sana-sini, visa China dapat diperoleh saat akan mengunjungi kota tersebut (visa on arrival) dan harganya lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pembuatan visa China di Indonesia.

Mata uang Macau adalah Pattaca tetapi Hongkong Dollar (HKD) dapat diterima disini. Harga 1 Pattaca = 1 HKD. Umumnya jika seseorang melakukan transaksi menggunakan HKD sebisa mungkin kasir akan memberi kembalian dalam mata uang yang sama, tetapi jika mereka tidak memiliki HKD maka kembalian akan diganti dengan Pattaca. Perlu diingat, uang Pattaca sulit ditukarkan dalam USD atau Rupiah jadi habiskan terlebih dahulu semua Pattaca yang dimiliki. Saat akan membayar dengan nominal besar pastikan kasir memiliki HKD yang cukup untuk kembalian.

Mayoritas penduduk Macau menggunakan bahasa Chinese, hanya sedikit yang bisa berbahasa Inggris. Tidak bermaksud untuk ber-stereotype, masyarakat pengguna bahasa Chinese seperti anti dengan bahasa Inggris. Pengalaman saya waktu bertanya arah jalan di Singapore dengan seorang Cina keturunan. Dia hanya mengibaskan tangannya di depan muka saya dan melengos sambil berkata 'No english'. Sakit hatiii... Pengalaman lain saat seseorang menanyakan sesuatu kepada saya dan dengan santainya dia nyerocos dalam bahasa Chinese, dengan muka kebingungan saya hanya berkata 'English?' dan dia langsung meminta maaf dan pergi terburu-buru, seolah-olah saya baru mengatakan suatu kata yang sangat mengerikan. Beda lagi dengan pengalaman teman-teman yang sempat melancong ke Hongkong, mereka mendapat jawaban 'I DONT KNOW' dengan nada lumayan tinggi dan sedikit membentak. Saat kembali ke Macau mereka misuh-misuh dengan kejadian yang baru dialami.

Kalau melihat dari kacamata yang lain menurut saya masyarakat China mirip dengan masyarakat Batak (kali ini saya harus bermain dengan stereotype). Masyarakat Batak cenderung lugas dan ceplas-ceplos saat berkata, mungkin masyarakat China yang kebetulan kami temui juga seperti itu. Daripada kami capek menjelaskan sedangkan mereka tidak bisa membantu sepertinya lebih baik mereka mengatakan sejak awal bahwa mereka tidak dapat menggunakan bahasa Inggris. Untuk bahasa tubuh dan tonase nada yang digunakan mungkin merupakan kebiasaan yang sudah mendarah daging, jadi untuk mayoritas orang Indonesia yang terbiasa diperlakukan santun, halus dan lemah lembut pasti kaget mendapat perlakuan yang sama sekali berbeda.

Tidak perlu takut dengan kendala bahasa, walau tidak bisa berbahasa Inggris mayoritas masyarakat Macau sangat helpful. Saat berjalan-jalan sendirian ke pasar di belakang Senado Square para pedagang tetap bersemangat menawarkan barang jualannya kepada saya. Mereka asik nyerocos dalam bahasa Chinese disertai bahasa tubuh untuk menjelaskan apa yang mereka sampaikan. Saat masuk ke salah satu butik tas pelayannya lumayan fasih berbahasa Inggris dan mengobrol dengan saya. Saat membeli oleh-oleh bersama teman-teman kami membuat satu toko menjadi rusuh karena mereka tetap menggunakan bahasa China dan kami keukeh memakai bahasa Indonesia. 'Cuy, yang ini harganya berapa cuy?'.

Bapak penjual topi yang baik hati dan tidak banyak omong karena tidak bisa bahasa Inggris

Ketemu daster made in Indonesia

Akomodasi
Harga hotel bintang tiga di Macau berkisar Rp. 800.000 per malam dan Rp. 600.000 untuk hotel bintang dua. Saran saya lebih baik ambil hotel bintang tiga karena rata-rata petugas hotelnya dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Percaya deh, hal ini menjadi sangat penting karena mayoritas penduduk Macau hanya dapat menggunakan bahasa Chinese. Petugas hotel seperti menjelma menjadi malaikat penyelamat selama saya berlibur di Macau. Walau bahasa Inggris mereka terbatas tetapi mereka berusaha sebaik mungkin untuk membantu saat saya datang sendiri ke hotel karena terpisah dengan teman-teman, menukarkan uang HKD pecahan besar saya yang selalu ditolak kasir karena mereka kekurangan uang kembalian, bahkan menuliskan peta saat saya bertanya rute bus.

Metropole Hotel

Hotel bintang tiga yang sangat direkomendasikan adalah Sintra Hotel. Selain relatif murah, hotel ini menawarkan jasa shuttle bus Sintra - Ferry terminal dan shuttle bus direct Sintra - City of Dreams (kedua hotel ini masih berada di bawah satu manajemen yang sama). Sayangnya Sintra Hotel fully booked saat saya akan berkunjung ke Macau, pilihan yang tersisa untuk hotel bintang tiga dengan lokasi strategis dan biaya terjangkau hanyalah Metropole Hotel. Harga kamar per malam kurang dari Rp. 800.000 dan saya hanya perlu membayar Rp. 258.000 untuk menginap selama dua malam di sebuah kamar yang diisi oleh lima orang backpacker super kere asal Indonesia.

Secara keseluruhan Metropole Hotel cukup memuaskan. Letaknya strategis, hanya berjalan 10 menit sudah sampai ke Senado Square atau pusat kota yang penuh dengan jejeran kasino. Bahkan dalam sehari saya bisa bolak-balik hotel untuk beristirahat sebentar setelah lelah berkeliling kota, nyeduh mie instan untuk makan siang, charge baterai kamera yang sudah habis dan menggantinya dengan yang baru, atau untuk sekedar urusan ke toilet. 

Transportasi 
Untuk menghemat biaya transportasi maksimalkanlah layanan free shuttle bus yang disediakan hotel dan kasino kelas atas. Taktiknya tinggal naik free shuttle bus yang jarak antara hotel dan tempat tujuan paling dekat, dari hotel tinggal berjalan kaki sedikit untuk sampai ke tujuan. Petugas hotel tidak akan mengecek apakah Anda tamu hotel atau pengunjung yang telah menghabiskan uangnya di meja kasino mereka, jadi tak usah sungkan untuk ikut menumpang. Sejauh pengalaman saya, hanya Royal Metropole Hotel yang meminta bill hotel atau kasino saat akan menumpang free shuttle bus mereka. Kebanyakan kasino menyediakan free shuttle bus dari dan menuju ferry terminal,  beberapa kasino besar menyediakan jasa shuttle bus antar kasino seperti Sand's Casino - The Venetian atau The Venetian - City of Dreams. Sedangkan free shuttle bus dari bandara hanya disediakan oleh The Venetian serta City of Dreams.




Harga bus umum berkisar antara 3 - 4 Pattaca, sebaiknya gunakan uang pas karena bus tidak akan memberi kembalian jika uang yang dimasukkan lebih. Jalan raya yang sempit dan pedestrian penuh dengan orang yang berlalu-lalang membuat halte bus Macau tampil dengan uniknya. Hanya tersedia beberapa tiang dengan sejumlah rute dan nomor bis untuk menandai tempat tersebut adalah tempat pemberhentian bus. Tiang ini bertengger di jalan umum yang tidak pernah sepi dilewati orang dan calon penumpang santai saja menunggu bus tanpa peduli keramaian sekitar. Jalan raya di depan 'halte' dibuat sedikit lebar agar bus dapat menepi untuk menaik-turunkan penumpang tanpa membuat lalu lintas di belakangnya macet. Walau tergolong kecil, tetapi Macau cerdas memanfaatkan fungsi ruang sehingga kebutuhan penduduk akan transportasi umum dapat tetap terpenuhi secara maksimal.

Konsumsi
Untuk urusan makan memang sulit mencari makanan halal disini. Rata-rata restoran China pasti menawarkan menu babi dalam daftarnya. Alternatifnya hanya restoran cepat saji McDonald's atau makanan beku di kedai 711 dan Circle K tapi ini pun tidak menjamin makanan tersebut halal. Walau McD tidak mencantumkan daging babi dalam menunya tapi siapa yang tahu minyak apa yang digunakan untuk memasak dan walau komposisi makanan beku tidak menuliskan kata 'pork' tapi tetap saja ragu karena minus tulisan halal. Untuk menyiasati hal ini setiap orang membawa ransum dari Indonesia. Minimal mie instan dan roti untuk bekal beberapa hari. Sialnya di hari ketiga ransum kami habis dan harus berhadapan dengan dua pilihan tadi: McD atau makanan beku.

Harga makanan tergolong cukup murah, modal 30 HKD saja sudah bisa masuk ke restoran Cina terdekat. Menunya juga besar jadi bisa untuk dimakan berdua. Saya sakit hati melihat porsi makan masyarakat disana, banyak banget!!! Satu porsi bisa dihabiskan sendiri tetapi badan mereka tetap kurus. Untuk kebutuhan air minum saya sarankan beli minum dalam ukuran besar, minimal 5L. Semakin besar semakin murah. Circle K dan 711 tidak menyediakan air minum dalam kemasan besar jadi pergilah ke minimarket bernama The Pavilion dekat Metropole Hotel.

Cemilan andalan dari Macau adalah egg tart, sejenis kue dengan bahan utama kuning telur. Konon dibutuhkan tiga kuning telur untuk membuat kue ini. Tempat paling terkenal untuk membeli egg tart adalah Margaret's cafe e'Nata, setiap hari puluhan turis mengantri di kedai ini untuk membeli egg tart sebagai oleh-oleh. Harga 1 egg tart 8 HKD dan kue dapat bertahan hingga 3 hari, jadi tidak perlu takut egg tart akan menjadi basi jika ingin membawanya sebagai oleh-oleh. Rasa egg tart manis dan renyah, tidak tercium aroma amis telur dan tidak perlu takut 'eneg setelah memakannya.


Antriiii....

Hasil browsing juga menyebutkan satu makanan lain yang harus dicoba saat mengunjungi Macau: steamed milk pudding. Semacam susu yang dibekukan sehingga menjadi puding dan disajikan panas ataupun dingin. Raja kuliner Indonesia, Bondan Winarno sangat merekomendasikan puding ini dan pendeskripsian beliau menggoda saya untuk mencobanya saat berada di Macau.



Kedai puding susu ini cukup kecil dan pemiliknya langsung menyambut dan nyerocos dalam bahasa China. Saya cuma nyengir, berkata 'milk' sambil mengangkat satu jari telunjuk. Saat pemiliknya nyerocos lagi, saya kembali nyengir dan berkata ragu 'hot?', beberapa menit kemudian puding susu panas terhidang di meja saya. Overall, menurut saya sih puding susu ini tidak istimewa. Jauh dari apa yang dibayangkan. Rasanya cenderung hambar dan plain. Walau saya penggemar susu tapi memakan satu mangkuk kecil puding susu ini membuat saya 'enek dan tidak tertarik untuk menghabiskannya.

Spoiler
- Atraksi gratisan di Macau
Wynn Casino: fountain show dan tree of prosperity
Sofitel Hotel: Michael Jackson Gallery
City of Dreams: The bubble
The Venetian: Grand canal shopping
MGM: Setting negri dongeng di dalam lobby hotel
Fisherman's Wharfs: Taman tematik Macau

- The Venetian menyediakan jasa penitipan tas gratis!!! Sebanyak dan seberat apapun tas Anda, silahkan titipkan disini. Petugas hotelnya pun ramah, helpful, dan bisa bahasa Inggris.

- Bagian The Venetian yang baguuusss itu ada di lobby hotel depan. Hanya free shuttle bus dari bandara yang men-drop penumpang langsung di lobby ini, sisanya (dari ferry terminal atau dari hotel lain) men-drop penumpang di lobby hotel bagian belakang. Untuk sampai ke lobby depan cukup melewati kasino saja.

- Semua orang (17 tahun ke atas) boleh masuk ke kasino untuk bermain atau sekedar melihat-lihat karena penasaran. Saya sendiri merasa terdampar dalam setting film gangster mafia khas Cina bercampur dengan setting film Ocean's Thirteen saat berada di dalam kasino. Kalau pernah nonton dua jenis film tersebut pasti kalian bisa membayangkan apa saja yang saya temui di dalamnya.

Rincian biaya
Tiket Mandala Air (untung sempet ngerasain terbang murah dan nyaman dengan Mandala sebelum maskapai ini dinyatakan pailit): Rp. 450.000
Airport tax: Rp. 150.000
Hotel: Rp. 258.000
Total: Rp. 858.000

Hari 1: 
Coklat panas super encer di Circle K bandara (dengan maksud untuk memecah uang dan mendapat recehan untuk naik bus): 13 HKD
Bus ke ferry terminal: 3.4 HKD
Air mineral botol 700ml di 711: 5 HKD
Total hari 1: 21.4 HKD

Hari 2:
Air mineral 5L di The Pavillion: 17 HKD
Puding susu: 18 HKD
Bus PP hotel - Macau Tower: 6.4 HD
Iseng jalan-jalan ke pasar lokal dan ketemu topi murah: 15 HKD
Oleh-oleh supaya ngga dibawelin temen sekantor: 124 HKD (4 bungkus besar permen kacang khas Macau)
Total biaya hari 2: 180.4 HKD

Hari 3: 
Egg tart: 8 HKD
Makan siang Big Mac di McD: 15 HKD (untuk porsi big mac plus kentang goreng plus coca-cola 20 HKD saja)
Chicken wings McD untuk bekal: 13 HKD
Tergoda batu perhiasan indah nan menawan di The Venetian: 120 HKD
Frozen food untuk makan malam di Circle K bandara: 17 HKD
Total biaya hari 3: 165 HKD

Biaya hari 1 + hari 2 + hari 3 = 366.8 HKD = Rp. 429.156 (1 HKD = Rp. 1.170)
Tiket + airport tax + hotel = Rp. 858.000
Total = Rp. 1.287.156

Macau travel budget, three days less than 1.5 million :)

Selasa, 28 Desember 2010

Sleepless In The Airport

Untuk perjalanan ke Macau kemarin saya menggunakan jasa maskapai Mandala airlines. Mandala memang baru membuka beberapa rute penerbangan direct dari Jakarta ke Singapore, Hongkong dan Macau. Harga yang ditawarkan juga low fares, bahkan lebih murah dibanding Air Asia karena Air Asia belum membuka rute direct Jakarta – Macau.

 
Ayo dicoba Mandala-nya :)

Ehm, karena low fares pula maka kebanyakan penerbangan ini dilakukan malam hari. Beggars can't be choosers right? Dari jadwal keberangkatan awal jam 4 sore akhirnya delay menjadi jam 6 malam. Itu pun harus ‘mengantri’ take off selama satu jam di dalam pesawat karena salah satu landasan udara Soekarno Hatta tidak dapat digunakan. Perjalanan Jakarta - Macau memakan waktu 6 jam dan pesawat baru landing di bandar udara Macau lewat tengah malam.

Semangat tingkat tinggi di Soekarno Hatta

Dan masih bisa tersenyum lebaaarrr.

Normalnya sih setelah sampai Macau dan urusan imigrasi selesai maka tujuan pertama adalah hotel. Berhubung kondisi keuangan ngepas banget dan rasanya sayang baru check in jam 1 pagi ke hotel yang di booked untuk sehari penuh jadi kami sepakat untuk tidur di bandara. Rencananya pagi kami mulai menjelajah Macau dan siangnya baru check in di hotel, lumayan bisa ngirit biaya penginapan satu malam.

Kondisi setelah menghabiskan waktu 7 jam di pesawat.

Bandara Macau tergolong kecil karena kebanyakan pesawat ‘mampir’ ke tempat ini untuk transit. Tempat duduk yang tersedia memang terbatas tapi tidak memakai sandaran tangan jadi bisa dipakai untuk rebahan. Badan mulai protes minta jatah istirahat, apalagi di pesawat tadi saya tidak bisa tidur. Saat yang lain masih sibuk foto-foto di depan tulisan ‘Welcome to Macau’ (oh, please!), saya mulai rebahan dengan ransel sebagai alas kepala.

 
Sepiii... Untung masih terang, jadi ngga horor.

Bukan hanya kami yang memilih tidur di airport.

Enaknya jadi mereka berdua, begitu nempel dengan kursi langsung tidur nyenyak. Kebal dengan kondisi sekitar.

Yang paling dibutuhkan saat tidur di airport bukanlah bantal empuk atau selimut tebal, tapi mental berlapis untuk menahan malu yang sudah mentok sampai ke ubun-ubun. Apalagi saat beberapa penerbangan lain landing dan menurunkan penumpangnya, duh pemandangan pertama mereka pasti sekumpulan backpacker kere (asal Indonesia) yang menggelandang di airport deh. Untuuuuung saja saya ngga sendirian, saya ngga akan bisa senekat itu kalau tidak ada teman-teman yang mau diajak menderita dan seru-seruan bareng.



Di luar masalah mental berlapis-lapis tadi, sebenarnya tidak banyak hal mengganggu untuk urusan tidur di airport. Walau kursi yang tersedia sempit, tipis dan jauh dari empuk, ransel yang dijadikan bantal terasa keras di kepala, dan security hilir mudik di depan kami, it’s no problemo monsieur. Masalah utama terletak pada ‘badan tropis’ kami. Suhu AC di-set terlalu dingin dan tidak bisa ditolerir ‘badan tropis’ yang senantiasa tinggal di daerah hangat cenderung panas. Jangankan untuk tidur, mencari cara untuk tetap hangat saja sulit setengah mati, bahkan untuk bernapas pun rasanya sulit karena suhu terlalu dingin.

Suhu luar ruangan lebih hangat dibanding di dalam. Padahal estimasi suhu luar sekitar 12'C.

Kedinginan plus mati gaya.

Beler.

Menanti pagi, hanya itu yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu di airport. Jam 5 subuh belum ada tanda matahari dan suhu di luar semakin anjlok. Jam 6 pagi langit masih gelap dan belum ada tanda-tanda suhu akan menghangat. Jam sudah merayap ke angka 7 saat akhirnya sinar matahari mulai terlihat. Semangat kami mulai terpompa lagi, tinggal menunggu free shuttle bus The Venetian dan kami bisa keluar dari tempat ini.

 

Semangat langsung menguap seketika saat kami membaca pengunguman ‘Free shuttle bus The Venetian starts from 11 am – 9 pm’. WHAT??? Kami sudah sangat muak dengan tempat ini. Mau naik bus tapi tidak seorang pun yang memiliki uang receh, foreign exchange yang dijadikan harapan utama tidak bisa memberi solusi yang menyenangkan, naik taksi untuk sampai hotel terlalu mahal dan sia-sia karena kami baru bisa check in jam 12 siang.

Ergh, sepertinya airport ini belum mau berpisah dengan kami.

Jumat, 24 Desember 2010

Ngapain di Macau?

Tenang, banyak cara yang dapat dipilih untuk menikmati liburan di Macau. Mulai dari yang no budget, low budget sampai yang high budget.

Untuk wisata budaya dan sejarah, kawasan Senado Square merupakan pilihan utama. Lebih dari 14 bangunan sejarah yang masuk dalam UNESCO World Heritage Site berkumpul di daerah ini. Masuklah ke deretan gereja tua seperti The Cathedral, reruntuhan St. Paul's yang terkenal, atau gereja St. Dominic dan rasakan suasana yang sama sekali berbeda dengan keriuhan khas Senado Square.







Duduk-duduk di IACM Building atau yang lebih terkenal dengan nama Leal Senado dan bersantai di taman bergaya Portugis. Menjelang natal hampir semua tempat dihias dengan dekorasi khas natal. Memang terlihat lebih cantik dan semarak sih, tapi jadi mengurangi esensi sejarah yang dikandung dari bangunan tersebut.






Berjalan di sepanjang Senado Square juga merupakan hiburan tersendiri. Berbagai toko branded dengan bangunan berarsitektur Eropa ikut berbaur di antara bangunan peninggalan sejarah. Jejeran toko yang menyajikan jajanan dan oleh-oleh khas Macau ikut meramaikan jalan yang penuh sesak dengan turis. Toko ini biasanya menawarkan sample gratis dari jajanan yang dijual, silahkan cicipi kue almond yang rasanya super enak dengan harga yang membuat kantong langsung menipis atau cobalah lembaran tipis aneka daging (sapi atau babi) khas Macau.

Toko oleh-oleh paling terkenal di Macau

Memotong kue untuk sampel

Mau coba yang mana? Semua juga boleh :)

Jejeran kue almond khas Macau yang enaaaakk banget.

155HKD untuk dua toples kue jelas tidak masuk dalam budget saya.

Dendeng khas Macau, bisa minta free sample kalau mau coba.

 
Salah satu penjual yang memotong-motong daging sebagai free sample di Senado Square

Masih di sekitar Senado Square juga, masuklah ke gang-gang kecil untuk melihat kehidupan masyarakat Macau. Hampir tidak ada rumah penduduk, sebagai gantinya apartemen berdiri memenuhi pulau ini. Saya yang sedikit claustrophobia jadi merinding dan sesak napas saat membayangkan tinggal di apatemen kecil, sempit, dengan tangga kecil dan gelap seperti itu. Makin menjauh dari pusat kota pemandangan apartemen tua yang lusuh dan mblusuk semakin sering dijumpai. Walau demikian, terdapat cukup ruang publik berupa taman kota dengan segala fasilitasnya.




Macau royal dalam menyediakan ruang publik untuk warganya.

Yang warnanya merah kuning itu alat fitnes untuk umum. Jadi bisa kumpul-kumpul di ruang publik sambil olahraga.


Karena persaingan antar kasino yang begitu ketat, maka masing-masing kasino berlomba memberi pelayanan terbaik untuk menarik lebih banyak pengunjung. Layanan free shuttle bus dari bandara atau ferry terminal ke hotel yang merangkap kasino sih sudah merupakan jasa pelayanan standar, hampir semua kasino besar menawarkan fasilitas ini. Untuk itu setiap kasino melakukan pendekatan strategi marketing dengan menyediakan atraksi atau hiburan gratis bagi pengunjungnya. Perlu digarisbawahi, walau gratis tetapi atraksi yang disajikan tidak main-main. Kembali ke konsep Macau yang ‘super’ dalam segala hal, maka semua atraksi gratisan ini tampil dengan segala kemewahan, kemegahan, dan kecintaan Macau terhadap detail.

Salah satu bagian yang membuat wisata ke Macau menjadi lebih menyenangkan dan ramah di kantong tentunya dengan mendatangi setiap atraksi gratisan ini. Kalau Jakarta menawarkan pengalaman ‘tawaf antar mall’ maka di Macau istilahnya menjadi ‘tawaf antar kasino’. Sebagai pilihan, MGM hotel menawarkan suasana negri dongeng dimana para Nutcracker berpose dengan berbagai gaya lengkap dengan sebuah set miniatur istana. Dengan permainan cahaya, setiap beberapa menit latar istana akan berubah warna dan memberikan nuansa yang berbeda.








Sofitel hotel, salah satu hotel termegah yang super esklusif karena terletak jauh dari pusat kota, membuka Michael Jackson gallery untuk memuaskan para penggemar King of Pop ini. City of Dreams membuat pertunjukan The Bubble free untuk publik, padahal pertunjukan berdurasi 30 menit ini berlangsung di dalam sebuah ruangan yang dibuat khusus sehingga efek 3D akan lebih terasa. The Venetian sendiri telah menjadi landmark Macau dengan grand canal shopping yang didesain seperti Venesia lengkap dengan gondola, ‘sungai’ yang mengalir di dalam mall, jembatan-jembatan, dan langit biru Venesia.

LCD di lobby City of Dreams yang menampilkan dunia bawah laut ini dialiri air sungguhan sehingga terlihat lebih realistis.

Langit biru Venesia

Semoga punya kesempatan untuk berpose seperti ini di Venesia yang sebenarnya (Amiiinn...)

Duduk-duduk di depan Wynn Macau dan nikmati pertunjukan fountain show seperti di Las Vegas. Franchise kasino ini memang membuat gedung kasino di Macau semirip mungkin dengan yang ada di Las Vegas, begitu juga dengan pertunjukan fountain show sehingga Wynn Macau memiliki kolam super besar persis di ‘halamannya’. Setiap 15 menit sekali fountain show beraksi di depan kemegahan Wynn Macau dan memadukan keindahan tarian air dengan penataan suara, musik, dan pencahayaan yang sempurna. Tidak tanggung-tanggung, untuk beberapa tarian dipergunakan juga efek ledakan bola api atau serpihan busa halus yang beterbangan untuk mendramatisir tarian dan lagu yang sedang dimainkan. Pertunjukan ini juga tidak melulu memainkan atraksi yang sama, Wynn Macau memiliki banyak stok koreografi untuk fountain show sehingga penonton betah berlama-lama duduk di pelataran kolam untuk menanti pertunjukan berikutnya.


Macau memiliki beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi untuk pilihan wisata low budget. Macau Science Center memiliki 12 ruang pamer yang dibagi dalam beberapa tema berbeda dan Grand Prix Museum wajib dikunjungi untuk pecinta dunia balap. Di Wine Museum pengunjung dapat mengetahui sejarah wine, melihat alat-alat produksi wine, dan terdapat ruang pamer yang berisi lebih dari 1115 merek wine. Wine Museum juga menawarkan pengalaman mencicipi berbagai wine dan pengunjung dapat membeli wine sebagai oleh-oleh dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Museum yang paling terkenal di Macau tentunya adalah Museu de Macau yang terletak persis di sebelah Ruins of St. Paul.

Karena saya sudah pernah datang ke Singapore Science Center yang jauh lebih besar dari Macau, tidak tertarik dengan dunia balapan, tidak bisa mencicipi anggur, dan lebih tertarik mengeksplor Macau di luar museum, jadi saya lebih memilih untuk menikmati taman di sekitar Museu de Macau yang berada di atas Monte Fortess. Dari sini semua lanskap Macau dapat terlihat. Di siang hari jelas terlihat perbedaan yang kontras antara gedung kasino super mewah dengan apartemen tua penduduk yang kusam. Lebih menyenangkan datang ke tempat ini di malam hari, lampu-lampu kasino menyala dengan sempurna dan memperlihatkan citra Macau sebagai Las Vegas-nya Asia.

Ruins of St. Pauls dari Mount Fortess.

Halaman Museu de Macau.



Jika memiliki budget berlebih tidak ada salahnya mencoba beberapa atraksi atau menonton hiburan yang tersedia di Macau. Tantang adrenalin dengan mencoba bugee jumping di Macau Tower yang diklaim sebagai bugee jumping tertinggi di dunia, jika tidak memiliki nyali sehebat itu bisa mencoba sky walk yang lebih ‘ramah’ terhadap denyut jantung.





Ternyata Macau Tower ngga lebih tinggi dibanding saya.

Macau adalah salah satu rumah dari pertunjukan sirkus Sirque de Soilel yang namanya telah mendunia. Berbeda dengan sirkus kebanyakan, Sirque de Soilel dirancang mirip dengan sebuah pertunjukan opera dengan tema tertentu yang memadukan tarian, musik, gerakan akrobat, tata panggung dan tata cahaya. Sirkus yang berlangsung di Macau berjudul Zaia, bercerita tentang perjalanan imajinasi seorang gadis ke luar angkasa dan bertemu dengan segala makhluk fantasi. Namun dalam petualangannya dia menemukan keindahan akan rasa kemanusiaan yang membawanya kembali ke bumi. Dengan konsep sirkus yang berbeda dengan sirkus yang lazim digelar, dipertunjukkan di panggung The Venetian yang dapat menampung 1.800 penonton, pertunjukan berdurasi 90 menit ini akan menyihir penonton untuk ikut masuk ke dalam dunia imajinasi.


Spoiler

Pilihan lain yang tidak boleh dilewatkan adalah pertunjukan The House of Dancing Water di City of Dreams. Khusus untuk pertunjukan ini dibangun sebuah teater dan tata panggung khusus dimana 'kolam panggung' mampu menampung 3.7 juta galon air, setara dengan ukuran 5 kolam renang Olimpiade. Teaternya sendiri dibangun dengan kemiringan 270 derajat mengelilingi tiga bagian panggung dengan kapasitas 2.000 pengunjung di setiap pertunjukannya.


Spoiler

Mau pilihan wisata no budget, low budget, atau high budget, semuanya menyenangkan. Tinggal disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Yang pasti, semua pilihan ini membuat saya tambah sayang dan tidak menyesal telah memilih Macau sebagai tempat tujuan wisata.