total ping

Jumat, 04 Juni 2010

Tips menggunakan lampu kilat pada kamera saku

Bisa dipastikan pada setiap kamera saku digital yang kita miliki dilengkapi dengan lampu kilat internal. Walaupun itu hanya sekedar untuk mencahayai obyek fotonya, tanpa tambahan modus settingan lain.

Fungsi utama dari lampu kilat adalah memberi tambahan cahaya buatan agar obyek yang difoto bisa tercahayai dengan baik.

Pada kamera saku digital yang lebih canggih kadang memberikan modus lampu kilat yang lebih komplit. Tapi sayangnya kemampuan tambahan dari lampu kilat ini jarang dimanfaatkan untuk menghasilkan karya foto yang lebih kreatif.

Ada beberapa modus lampu kilat pada kamera saku yang bisa kita manfaatkan, antara lain :

- Auto
Lampu kilat pada settingan ini akan menyala sendiri ketika obyeknya dalam keadaan gelap atau kurang tercahayai. Dan bisa dinon-aktifkan ketika tidak diperlukan.

- Slow Sync
Modus ini cocok untuk merekam obyek di malam hari dengan dengan latar belakang yang juga terang. Cara kerjanya adalah lampu kilat akan berpijar lebih dulu sementara rana kamera yang berkecepatan rendah akan merekam detil latar belakang.

- Rear Curtain Sync
Cara kerjanya sama dengan slow sync hanya saja lampu kilatnya menembak sesaat sebelum rana kamera menutup. Cocok unutk bereksperimen merekam gerakan atau aktifitas laksana slow motion.

- Red eye Reduction
Cara kerjanya kamera akan menembakkan serangkaian flash berkekuatan rendah sebelum akhirnya menembakkan cahaya utama. Bertujuan untuk menghilangkan efek mata merah.

Fill In Flash
Fungsinya adalah menghilangkan bayangan yang timbul pada obyek karena kuatnya sumber cahaya utama. Misalnya : cahaya matahari pada siang hari.
Lampu kilat diaktifkan untuk menghilangkan bayangan pada keadaan :
- Latar belakang yang jauh lebih terang dari obyek utama.
- Bayangan dari topi atau payung yang digunakan si obyek.
- Memotret di bawah keteduhan.
misalnya : bayangan dari bangunan, motret di bawah pohon dan lain-lain.

Semoga bisa membantu.