total ping

Sabtu, 27 Februari 2010

SG: Here We Come

Berhubung kami dapat penerbangan pagi dan rumah saya jauuuhhh (banget) dari bandara, jadi saya memutuskan untuk menginap di tempat Nenes. Hari Jumat saya berangkat ke kantor dengan penampilan yang tidak biasa: kemeja batik, celana jeans, ransel gede, plus tas tangan. Sampai kantor saya langsung menyembunyikan ransel dan mengganti jeans dengan rok, saya tidak ingin rencana keberangkatan ke SG diketahui teman sekantor. Alasannya ada dua, pertama: malas dititipi oleh-oleh (budget aja terbatas, masa saya harus bela-belain beli oleh-oleh), dan yang kedua: saya hanya ngga mau dianggap show off sama teman-teman kantor, wong saya pergi backpack juga untuk memenuhi passion untuk travel, bukan untuk belanja menghamburkan uang.

 
Batik, jeans, backpack, purple shoes.

Pulang kerja saya berganti kostum lagi dan nebeng mobil atasan sampai halte busway terdekat. Di dalam busway, di tengah keruwetan Jakarta karena hujan yang deras dan kemacetannya, tiba-tiba saya menyadari satu hal. Gosh, besok saya akan berangkat. Untuk pertama kalinya saya akan berbackpack bersama teman-teman, apa yang akan saya temui disana? Ada pengalaman baru apa disana? Dan tiba-tiba saya merasa deg-degan dan sedikit gentar. Duh, apa semua persiapan sudah saya bawa? Apa uang di dompet cukup? Dan semua pertanyaan lain yang membuat saya cemas. Tetapi semangat saya mampu mengalahkan semua ketakutan itu. Apapun yang akan terjadi, besok kami akan berangkat.

 
Ready to go

Rumah Nenes di daerah Cengkareng, cukup dekat ke bandara. Karena kami berangkat jam 05.00, maka saya memesan taksi dari hari sebelumnya. Namun sudah 15 menit berlalu dari jam 5, taksi tak kunjung datang. Ketika saya telepon ke call center taksi tersebut, dengan entengnya mereka bilang "Iya mba, untuk jam sekarang taksi ke daerah sana belum tersedia", lha terus nasib saya gimana maaaaasss???? Hegh, pagi-pagi udah bikin emosi jiwa, cari taksi subuh-subuh itu susah yaaaa...makanya saya pesen dari kemaren (notes: jangan pernah pesen taksi dengan merk E*pr*ss). Akhirnya, dengan terpaksa kami hunting taksi di jam sepagi itu, thank God we've found it.

Beberapa menit sebelum berangkat

Yang selalu saya sukai dari kami bertiga adalah ketepatan waktu dan betapa kami sangat menghargai waktu, kami sama-sama memiliki pikiran "lebih baik datang lebih cepat daripada terlambat", dan entah bagaimana caranya kami sampai di bandara tepat waktu, jam 05.45 di terminal 2D. Heran, antrian bandara sepagi itu sudah mengular dan memakan waktu lumayan lama. Kami pun mengurus tiket, imigrasi dan bebas fiskal dengan sedikit terburu-buru, dan jam 07.20 pesawat pun membawa kami pergi menuju sebuah perjalanan yang tidak akan terlupakan.


SG....here we come....
Please, be nice to us Ok.