total ping

Senin, 08 Februari 2010

Boncengan ke sekolah

Pagi itu rintik hujan menyambut hari
kubangunkan si sulung untuk pergi ke sekolah
si ungu, sepeda kami telah setia menunggu
selesai sarapan, ritual pagi dimulai
kukayuh si ungu dengan mantap
hembusan angin pagi menyemangati
guyuran hujan tak menjadi halangan
karena tiap hari adalah ilmu
karena tiap hari adalah pengalaman baru
di antara deru sepeda motor dan mobil
kami berdiri tegak karena tidak membuat polusi
kami terus melaju karena menyehatkan
menghindari kubangan terciprat air ke pinggir
belok ke kanan, kami lambaikan tangan kanan
belok ke kiri, kami lambaikan tangan kiri
pohon-pohon dan dedaunan akan selalu memberi warna
jika alam tidak dikotori
bersama si ungu kami terus berlari
berboncengan ke sekolah
demi terus menggapai cita



Esai ini ditulis untuk memeriahkan acaranya
Oom Isro di Humberqu.