|
|
total ping |
|---|
Kamis, 25 Oktober 2007
Quo vadis jurnalisme Islami?
Dear Rudi Agung,Terima kasih untuk Comment dalam blog saya. Anda mengatakan tertarik pada "jurnalisme Islam" --mungkin frasa yang lebih bisa dibenarkan secara linguistik adalah "jurnalisme Islami"-- dan mengacu pada Hamid Mowlana serta Majid Tehranian. Saya kurang kenal dengan pikiran Mowlana namun pernah baca karya Tehranian. Tehranian kini jadi profesor international communication di University