total ping

Sabtu, 18 Desember 2010

Ume bridal mengecewakan

Sebulan kemarin saya diminta oleh mantan bos untuk membantu dia dalam mengurusi bagian studio foto hasil kerjasamanya dengan orang Taiwan yang ingin membuka usaha di bidang jasa bridal dan fotografi di Indonesia.

Namanya Ume Bridal & Photography ( dibaca yumi ) bertempat di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Saya menyanggupinya, karena siapa tau ada pelajaran serta pengalaman baru yang nanti bakal didapat.

Selling point yang mereka tawarkan adalah pada bidang make up dan gaun pengantin yang mereka klaim lebih unggul dan menawarkan sesuatu yang baru. Tapi kalo menurut saya sih tidak terlalu istimewa lagipula euforia 'imported from Taiwan' sudah melewati masa keemasannya kecuali bagi mereka yang memang Taiwan minded.

Hari pertama masuk kerja, saya disuruh bos Taiwan berbelanja ke Carrefour untuk membeli beberapa keperluan rumah tangga. Oh, sudah lama nggak kerja serabutan, lumayanlah buat sekedar refreshing.

Menurut bos Taiwan, karyawan mereka di sana juga begitu, tidak hanya mengerjakan apa yang sudah menjadi tugas utama mereka, tapi diharapkan juga cakap untuk mengerjakan bidang tugas yang lain.

Seharusnya mereka lebih tau, mereka sedang cari makan di Indonesia dan sudah sepantasnya mengikuti cara yang sudah lazim dilakukan di sini. Usaha bridal dan studio foto membutuhkan keprofesionalan di dalam pengelolaan dan bukan dilakukan dengan karyawan yang bekerja secara multitasking sebagaimana layaknya komputer dual core.

Setelah sebulan merasakan banyak ketidaksesuaian di hati, sudah saatnya bagi saya untuk mengundurkan diri guna mencari sesuatu yang bisa lebih memberikan benefit bagi masa depan jasa fotografi saya.


* Artikel ini merupakan pandangan subyektif dari saya, jika ada sahabat yang merasa keberatan mohon disampaikan melalui kolom komentar. Terima kasih.


model : Nurhayatilah
foto : tukangpoto